PENGESAHAN
Karya tulis ini telah disetujui dan
disahkan oleh pembimbing dan Kepala SMA Negeri 3 Tegal, untuk memenuhi Tugas
Akhir di SMA Negeri 3 Tegal pada :
Hari :
Tanggal :
Tempat :
Pembimbing Teknis, Pembimbing
Materi,
Drs. M. SOFWAN NURHADI
NIP. 19600920 198703 1 007 NIP. 19521124 197703 1 001
Mengetahui / Mengesahkan
Kepala SMA Negeri 3
Tegal
Aziz Iqbal M,Si
NIP. 19681019 199412 1 002
MOTO DAN PERSEMBAHAN
MOTO
1.
Keahilan bukanlah melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi
melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa.
2.
Mata butuh sinar untuk bisa melihat, pikiran butuh ide untuk
menangkap makna.
3.
Kecerdasan tidak akan datang kepada kita, tetapi kitalah yang
harus menciptakanya.
4.
Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang
tidak pernah menggagas tindakan apapun.
5.
Hasil akhir dari belajar adalah tindakan, bukan pengetahuan.
6.
Peluang datang dalam bentuk nasib buruk.
7.
Pikiran kita tidaklah seperti wadah yang butuh diisi, tetapi
ibarat api yang perlu dinyalakan.
8.
Niat akan mencetak nasib.
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini kami persembahkan kepada :
1.
Ayah dan ibu tercinta
2.
Bapak Kepala SMA Negeri 3 Tegal
3.
Bapak dan ibu guru terhormat
4.
Kakak dan adik tersayang
5.
Teman – teman di Kelas XII IPS 4
6.
Pembaca yang budiman
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di dunia ini. Atas
rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun karya tulis ini sebagai Tugas Akhir
di SMA Negeri 3 Tegal yang berjudul ” Pengaruh Narkoba Terhadap Kesehatan Tubuh
“.
Karya
tulis ini kami susun untuk memberikan sedikit pengetahuan mengenai seluk beluk
narkoba, termasuk bahayanya dan cara-cara melepaskan dari jeratan narkoba.
Dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas dorongan, semangat, dan
bimbingan sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ini, terutama kepada :
1.
Bapak
2.
Bapak Nurhadi selaku Wali Kelas XII IPS 4 yang telah mendukung
kami dalam mengerjakan Karya Tulis ini.
3.
Bapak Drs. M.Sofwan, selaku koordinator karya tulis yang telah
memberikan pengetahuan, izin, serta mengoreksi karya tulis kami.
4.
Ayah dan ibu tercinta yang telah memberikan dorongan, mendidik,
dan membiayai kami dalam menimba ilmu dengan kasih sayang.
5.
Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah
memebantu menyelesaiakan karya tulis.
Karya
tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan
kritikan dan saran dari pembaca demi menutupi kekurangan karya tulis kami.
Semoga karya tulis ini dapat menjadi salah satu bahan bacaan dan referensi,
terutama bagi siswa dan siswi serta segenap remaja maupun semua lapisan masyarakat
di tanah air, agar tidak terjerumus ke dalam narkoba yang sangat merugikan masa
depan. Semoga tuhan yang maha esa selalu memberikan kekuatan, petunjuk, dan
bimbingan kepada kita semua. Amin.
Tegal, Januari 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Banyak
macam obat-obatan yang berpengaruh terhadap kesehatan kita, antara lain
narkoba. Narkoba adalah akronim dari narkotika dan obat berbahaya. Dikatakan
berbahaya karena jika digunakan terus menerus dan melebihi dosis akan berakibat
buruk bagi kesehatan.
Sebenarnya
narkoba digunakan secara terbatas hanya untuk mengobati rasa sakit. Untuk
pemakaian ini harus dosis yang tepat di bawah pengawasan dokter. Namun karena
efeknya yang dianggap dapat membuat jiwa lebih tenang dan nyaman maka ada upaya
untuk mendapatkan obat-obatan tersebut secara illegal.
Pemakaian
obat-obatan tersebut dapat menimbulkan ketagihan dan mengakibatkan kerusakan
alat tubuh terutama sistem saraf, penurunan cairan seksual dan kemandulan.
B.
Rumusan Masalah
Dalam karya
tulis ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.
Apakah pengertian narkoba ?
2.
Apa saja penggolongan narkoba ?
3.
Bagaimana cara kerja narkoba terhadap tubuh ?
4.
Apa sajakah akibat pemakaian narkoba ?
5.
Apa sajakah jalan keluar dari pengaruh buruk narkoba ?
C. Pembatasan Masalah
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis membatasi masalah pada
pengaruh narkoba terhadap kejahatan.
D.
Metode Pengumpulan Data
1.
Metode Studi Pustaka
2.
Metode Dokumentasi
E.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan katya tulis adalah :
1.
Merupakan tugas akhir penulis selama menyelesaikan pendidikan di
SMA Negeri 3 Tegal.
2.
Memperluas pengetahuan masyarakat tentang narkoba dan bahayanya.
3.
Memberikan pengetahuan tentang narkoba dan himbauan untuk tidak
memakai narkoba.
F.
Sistemaika Penulisan
Karya tulis ini terdiri dari empat bab, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang
masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode
pengumpulan data, dan sistemayika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi tentang pengenalan
arti narkoba, arti kesehatan, dan penggolongan narkoba.
BAB III PEMBAHASAN
Berisis tentang pengertian
narkoba, jenis-jenis narkoba, faktor penyebab penggunaan narkoba, cara kerja narkoba
terhadap tubuh, akibat pemakaian narkoba, dan jalan keluar dari pengaruh buruk
narkoba.
BAB IV PENUTUP
Berisi tentang simpulan dan saran.
BAB
I
LANDASAN TEORI
A.
Pengenalan Arti Narkoba
Narkoba
(Narkoba dan obat / bahan berbahaya), disebut juga NAPZA (Narkotika,
Psikotropika, Zat Adiktif lain) adalah obat, bahan, atau zat bukan makanan yang
jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikan, berpengaruh pada
kerja otak (susunan saraf pusat) dan seringkali menimbulkan ketergantungan.
B.
Arti Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu pemberian yang termahal dari Allah
Yang Maha Esa yang patut kita syukuri, dengan rasa yang sehat maka kita akan
bisa berbuat apapun yang kita inginkan tanpa ada hambatan apapun.
C.
Penggolongan Narkoba
Narkoba dapat digolongkan menurut undang – undang yang berlaku,
yaitu narkotika (Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika) dan
psikotropika (Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika). Ada
pula zat,obat, atau bahan lain, yang tidak tercantum dalam undang – undang,
disebut golongan zat adiktif lain.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Narkoba
Istilah narkotika berasal dari bahasa Inggris “Narcoticts” yang
berarti obat bius, sama artinya dengan “Narcosis” dalam bahasa Yunani yang
berarti merindukan atau membiuskan.
Secara umum pengertian narkotika adalah suatu zat yang dapat
menimbulkan perasaan, suasana pengamatan atau penglihatan karena pengaruhnya
terhadap sususnan saraf pusat.
B.
Jenis – Jenis Narkoba
1.
Narkotika
Menurut undang – undang, narkotika adalah zat atau obat yang
berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisitetis yang
dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan.
Ada 3 golongan narkotika yang dibagi menurut petensinya
menyebabakan ketergantungan,sebagai berikut :
Bentuk – bentuk Narkotika
1.
HEROIN, PUTAUW
a.
Fakta Umum
v Heroin dikenal sebagai putauw karena berupa bubuk putih.
v Heroin termasuk opiat, yang tergolong narkotika, seperti : morfin,
petidin, kodein, dan caridu mentah.
v Penggunaannya dilarutkan dalam air lalau disuntikkan ke dalam pembuluh darah (ngipe) : atau disedot melalui hidung setelah dibakar (ngedrag)
v Heroin berpotensi sangat tinggi menyebabakan ketergantungan.
v Tejadi ketergantungan setelah memakainya beberapa kali.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
Pupil mata menyempit, kelopak mata turun, reaksi lambat,
mengantuk, samapai tidak sadarkan diri.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Menurunya aktivitas yang produktif,
seperti sekolah, kerja, dan olahraga.
v Ketergantungan fisisk dan psikologik, gajala putus zat yang hebat
: mual, tubuh gemetar, berkeringat, otot kejang, iritabilitas, mulut kering, sulit
tidur, selera makan hilang, tangan dan kaki gemetar, gelisah dan nyeri seluruh
tubuh.
v Abses kulit, radang pembuluh darah balik, injeksi HIV/AIDS, dan
hepatitis B/C, jika jarum suntik tidak steril.
d.
Pengaruh Pada Sistem
Kekebalan Tubuh Manusia
1) Sistem Saraf Pusat
v Menekan atau mengurangi aktivitas otak/sistem saraf pusat.
v Memengaruhi penampilan sahingga tampak murung, acuh tak acuh,
suasana hati berubah–ubah, gerakan dan refleks lambat.
2) Sistem Pernapasan
v Dapat menyebabkan tertekannya system pernapasan sehingga menjadi
tidak sadarkan diri, koma, dan meninggal.
3) Sistem Pencernaan
v Selera makan hilang, sehingga kekurangan vitamin.
4) Sistem Reproduksi dan Pengaruhya pada Bayi
v Meningkatnya resiko bayi yang dilahirkan premature, mati dalam
kandungan, atau mati setelah lahir.
v Bayi yang dilahirkan menjadi ketergantungan terhadap heroin.
2.
KOKAIN, CHARK, DAUN KOKA, P’ASTA KOKA
a.
Fakta Umum
v
Kokain
berpotensi sangat tinggi menyebabakan ketergantungan.
v Penggunaanya ditelan, disedot melalui hidung, dirokok, dan disuntikkan.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Sangat giat (hiperaktif), bicara cepat,
sulit tidur tanpa rasa
leleah, gelisah.
v Denyut jantung meningkat, pembuluh darah tepi
menciut.
v Pipil melebar, sulit memusatkan pandangan.
v Meningkatnya suhu, tekana darah, denyut nadi, dan pernapasan.
v Perilakau menjadi impulsif dan tidak sabar, serta rasa gembira
(high).
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Tubuh gemetar, gigi gemeletuk, sakit kepala, dan mual.
v Kemampuan tubuh untuk menagkal
infeksi
menurun, berat badan turun karena selera makan berkurang.
v Ketergantungan, kalau berhenti memakai, sedih, lelah,
dan gangguan tidur.
v Paranoia (perasaan seolah-olah dianiaya atau memiliki kekuasaan).
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Merangsang fungsi otak.
v
Dapat
menyebabkan hilangnya memori (amnesia), sakit jiwa, kerusakan tetap pada otak
dan system saraf.
2) Sistem Pernapasan
v Dapat menyebabkan pernapasan
terganggu/berhenti.
v
Sekat hidung
rusak (jika pemakaiannya
disedot melalui hidung).
v
Menyebabkan
batuk.
3)
Sistem
Jantung dan Pembuluh Darah
v
Jantung berdebar – debar, kerja
jantung meningkat dan
lebih cepat sehingga
dapat terjadi serangan
jantung dan kematian.
4)
Sistem
Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v
Meningkatnya resiko
abortus, bayi lahir
prematur, dan bayi
lahir mati.
v
Bayi
yang dilahirkan menjadi ketergantungan terhadap kokain dan menyebabkan
kekrusakan berbagai organ tubuh. Setelah anak bersekolah, ia sulit belajar, dan
ada gangguan belajar.
3.
GANJA (CIMENG, MARIYUANA)
a.
Fakta Umum
v Tanaman ganja yang dikeringkan, disulut seperti rokok.
v Termasuk ganja adalah hashis.
v Mengandung tetrahydocannabinol
(THC) yang psikoktit
dan
menyebabkan ketergantungan.
v Setelah pemakaian, zat yang dikandung dapat tinggal dalam tubuh
pengguna selama beberapa hari, bahkan seminggu.
b.
Pengaruh Segara Setelah Pemakaian
v Denyut jantung meningkat, suhu tubuh turun.
v Mata memerah, mulut dan
tenggorokan kering.
v Mengantuk dan kelopak
mata turun.
v
Banyak
bicara, tertawa cekikikan, perasaan gembira, rasa melaying, rasa lapar dan haus
meningkat.
v
Daya
ingat jangka pendek terganggu, gangguan penghayatan akan perasaan waktu (lama terasa singkat),
perasaan ruang (jauh terasa dekat), dan halusinasi (penglihatan semu).
v
Meningkatnya
rasa cemas dan serangan panik.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Mengalami halusinasi (penglihatan khayal).
v
Paranoia
(gangguan jiwa seolah–olah dikejar–kejar).
v
Rendahnya
motivasi.
v
Perilaku
yang tak terduga.
v
Kebingungan.
v
Kekebalan
terhadap penyakit infeksi menurun.
v
Ketergantungan
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Dapat menyebabakan hilangnya daya ingat (memori) dan ketidak
mampuan membedakan mana
yang penting dan
tidak. Ada gangguan penghayatan
akan waktu dan ruang.
v Dapat menyebabakan kerusakan
otak.
2)
Sistem
Pernapasan
v Meningkatnya resiko penyakit paru
kronis (bronchitis, kanker), lebih besar daripada merokok.
3)
Sistem
Pencernaan dan Sistem Reproduksi
v Manambah nafsu makan.
v Berkurangnya kada hormon tescosteron pada laki – laki, sehingga
mengurangi kesuburan.
v Gangguan haid, dan
resiko infertilitas ( ketidaksuburan ) pada
wanita.
2.
Psikotropika
Menurut undang – undang,
psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada sususnan saraf pusat
dan menyebabkan perubahan
khas pada aktivasi mental dan perilaku.
Ada 4 golongan psikotropika yang dibagi menurut potensinya
menyebabkan ketergantungan, yaitu sebagai berikut :
Bentuk – Bentuk
Psikotropika :
1.
Ekstasi
a.
Fakta Umum
v Tergolong amfetamin, yang berpengaruh memacu kerja otak
(stimunlansid). Sering disebut XTC, Inex, ADAM, dan Essence.
v Berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan.
v Ekstasi berbentuk tablet warna-warni.
v Digunakan dengan ditelan.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Menyebabkan perasaan ‘fly’ (gembira) dosis ;
mudah
tersinggung dan
cemas.
v Meningkatkan denyut jantung, tekanan darah
dan pernapasan.
v Selera makan berkurang, mulut kering,
berkeringat dan berbicara cepat.
v Sakit kepala,
penglihatan buram, pusing, dan
pipil membesar.
v Kaku rahang, rahang bergerak-gerak tanpa terkendali, gigi berkerut
– kerut, dan selalu
terdorong untuk bergerak (tripping).
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Gelisah dan mudah curiga (parno).
v Kurang gizi.
v Halusinasi (penglihatan dan pendengaran semu)
v Badan gemetar.
v Agresif, dapat melakukan tindakan keji, dan hilang akal sehat.
v Ketergantungan dan gejala putus zat (murung dan letih).
d.
Pengaruh Pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak sehingga terjadi stroke
(lumpuh).
2)
Sistem
Jantung dan Pembuluh Darah
v Dapat menyebabkan nyeri darah.
v Meningkatkan denyut dan tekanan darah.
3)
Sistem
Pernapasan
v Dapat menyebabkan tertekannya, sistem pernapasan sehingga
kesadaran hilang, dan meninggal.
4)
Sistem
Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v Meningkatnya resiko bayi yang dilahirkan prematur, cacat, mati
dalam kandungan atau meninggal setelah lahir.
2.
LSD ( LYSERGIC ACID DIETHYLAMIDE)
a.
Fakta Umum
v Sering disebut acid, red dragon, blue heaven, dan sugar cubes.
v LSD adalah halusinogen (menyebabkan halusinasi).
v Pengaruh LSD tidak dapat diduga dan tergantung pada jumlah yang digunakan, suasana
hati, dan kepribadian pemakainya, serta lingkungannya.
v Sensasi dan persaan
berubah – ubah secara dramatis.
v Peamakainya dapat mengalami 'flash backs' (kilas balik pengalaman lampau yang tidak
menyenangkan) atau 'bad trips' yang
berulang – ulang.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Pupil mata melebar, tidak bisa tidur,
mulut kering, selera
maka hilang, suhu tubuh meningkat, denyut jantung cepat, tekanan darah
naik, dan berkeringat.
v Koordinasi otot terganggu, tremor.
v Berubahnya perasaan akan
waktu dan presepsi
tentang diri sendiri.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v 'Bad trips' termasuk delusi (penilaian yang salah tentang diri
sendiri atau lingkungan) dan halusinasi (penglihatan khayal).
v Panik, kebingungan, cemas, merasa tak berdaya, putus asa.
v Skizofrenia (gangguan jiwa), hilangnya kendali diri, melakukan
kekerasan pada diri sendiri dan orang lain.
v Menyebabakan ketergantungan dan timbul toleransi.
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Dapat menyebabkan kerusakan saraf otak, gangguan daya ingat dan
pemutusan perhatian, kesulitan cara berpikir abstrak.
v Meningkatnya resiko kejang – kejang.
v Dapat menyebabkan delusi (penilaian yang
salah tentang diri
sendiri atau lingkungan),
halusinasi, persepsi akan waktu dan ruang menjadi buruk.
2)
Sistem
Pernapasan
v Meningkatkan resiko kegagalan pernapasan.
3)
Sistem
Jantung dan Pembuluh Darah
v Meningkatkan resiko gagal jantung.
3.
SHABU – SHABU
a.
Fakta Umum
v Tergolong amfetamin, yang
berpengaruh memacu kerja otak (simulansia).
Sering disebut ubas, ice.
v Berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan.
v Shabu – shabu berbentuk kristal putih (seoerti vetsin).
v Dihirup atau disuntikkan.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Menyebabkan perasaan 'fly' (gembira) dosis ; mudah tersinggung,
dan cemas.
v Meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan.
v Selera makan berkurang, mulut kering, berkeringat, dan
berbicara cepat.
v Sakit kepala,
penglihatan buram, pusing, dan
pupil melebar.
c.
Pengaruh Jangaka Panjang
v Gelisah, mudah curiga (parno), dorongan bunuh diri.
v Kurang gizi.
v Halusinasi (penglihatan atau pendengaran semu).
v Agresif, dapat
melakukan tindakan keji, akal sehat hilang, dan tidak
memiliki rasa malu.
v Ketergantungan dan gejala putuz zat (murung dan letih).
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak, sehingga terjadi stroke (lumpuh).
2)
Sistem
Jantung dan Pembuluh Darah
v Dapat menyebabkan nyeri dada.
v Meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.
3)
Sistem
Pernapasan
v Dapat menyebabkan tertekannya sistem pernapasan sehingga kesadaran
hilang, dan meninggal.
4)
Sistem
Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v Meningkatnya resiko bayi yang dilahirkan prematur, cacat, mati
dalam kandungan, atau meninggal setelah dilahirkan.
4.
OBAT PENENANG (Sedative) DAN OBAT TIDUR (Hipnotika)
a.
Fakta Umum
v Keduanya tergolong obat
karena digunakan dalam
pengobatan.
v Contoh obat yang banyak disalahgunakan : Lexo, MG, Rohyp, pil BK,
dan pil Koplo.
v Kebanyakan dikonsumsi dengan cara ditelan, jarang melalui suntikan.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Kemampuan mengemudi terganggu karena koordinasi otot terganggu,
penilaian buruk, dan refleks lamban.
v Fungsi daya ingat terganggu.
v Merasa nyeri dan santai.
v Dosis tinggi menyebabkan jalan sempoyongan, berbicara cadel, benda
terlihat ganda, perasaan tumpul, dan emosi labil.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Jika sudh ketergantungan dan berhenti memakai, timbul gajala putus
zat, yaitu mual, muntah, sakit kepala, pikiran keruh, nyeri badan, dan kekurangan cairan tubuh.
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Memeperlambat karja otak sehingga pernapasan dan denyut jantung lamban. Jika jumlah obat
penenang cukup tinggi dapat menyebabkan kematian.
v Dapat menyebabkan lupa apa yang telah dialami.
2)
Sistem
Pernapasan
v Dapat menyebabkan kesulitan bernapas akibat pengaruhnya
terhadap pusat pernapasan di otak.
3.
Zat Psikoaktif Lain
Zat psikoaktif lain adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang
berpengaruh terhadap kerja otak. Yang sering disalahgunakan adalah sebagai
berikut :
a.
Alkohol pack, minuman keras, terdiri atas golongan A dengan kadar etanol 1-5 %, contoh bir. Golongan B dengan kadar etanol 5-20%,
contoh berbagai jenis minuman anggur.
Golongan C dengan kadar etanol 20-45%, contoh Wishkey, Vodka, TKW, Manson House, Johny, Walker, dan Kamput.
b.
Inhalansi atau solven, yaitu gas
atau zat pelantur yang mudah menguap berupa senyawa organic yang sering digunakan
berbagai keperluan industri, kantor, bengkel, toko, dan rumah tangga, seprti
lem, thinner, aceton, aerosol, bensin. Zat ini disalahgunakan dengan cara
dihirup, terutama pada anak usia 9-14 tahun.
c.
Nikotin : terdapat pada tembakau.
Rokok mengandung 4.000 zat. Yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan
karbon monoksida (CO). nikotin merupakan bahan penyebab ketergantungan.
Organisasi Kesehatan Sedunia
(WHO) menggolongkan obat, bahan,
dan zat psikoaktif, berdasarkan pengaruhnya terhadpa tubuh manusia, yaitu :
1.
Opioida
(opium, norfin, heroin, dan petidin);
2.
Ganja;
3.
Kokain
dan daun koka;
4.
Alcohol;
5.
Amfetamin
(amfetamin, ekstasi, shabu);
6.
Halusinogen
(LSD)
7.
Sedativa
dan hipnotika (obat penenang dan obat tidur);
8.
PCP
(fensiklidin);
9.
Inhalansia
dan solven;
10. Nikotin, dan
11. Kafein.
Bentuk – bentuk Zat
Psikoaktif lain :
1.
ALKOHOL
a.
Fakta Umum
v Terdapat pada minuman keras, termasuk : bir, wishkey, gin, vodka,
brem, cognac, saguer, arak, ciu, legen, dan anggur obat.
v Alkohol langsung diserap ke dalam darah dan memengaruhi seluruh system dalam tubuh.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Kemampuan mengendarai kendaraan bermotor terganggu, kehilangan
koordinasi, salah menilai, refleks lambat.
v Pusing, kulit menjadi merah, merasa gembira, dan rileks.
v Perasaan dan ingatan menjadi tumpul.
v Dosis tinggi menyebabkan mabuk, bicara cadel, penglihatan ganda, indra tumpul, kendali diri berkurang, dan
tidak sadarkan diri.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Terjadi 'hangover' (pengaruh sisa) sehingga merasa mual, sakit
kepala, pensernaan terganggu, pikiran tidak jernih, seluruh tubuh sakit, dehidrasi
(kehilangan cairan tubuh).
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Memeperlambat funngsi otak yang mengontrol pernapasan dan denyut
jantung sehingga dapat
menimbulkan kematian.
v Dapat menyebabkan hilangnya memori (amnesia), sakit jiwa,
kerusakan tetap pada otak dan sistem saraf.
2)
Sistem
Pernapasan
v Memeperlambat pernapasan dan denyut jantung, sehingga dapat
menimbulkan kematian.
3)
Sistem
Pencernaan
v Dapat menyebabkan luka dan radang lambung, serta hati.
v Dapat menyebabkan kanker mulut, kerongkongan, dan lambung.
v Selera makan hilang dan kekurangan vitamin.
v Menyebabkan peradangan dan pengerasan (sirosis) hati.
4)
Sistem
Jantung dan Pembuluh Darah
v Dapat menyebabkan pembengkakan jantung.
v Dapat menyebabkan kegagalan fungsi jantung.
5)
Sistem
Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v Dapat menyebabkan cacat pada bayi yang dikandung ibu peminum
alkohol, meningkatnya abortus, dan kelahiran prematur.
v Dapat menyebabkan impotensi pada pria.
2.
NIKOTIN
a.
Fakta Umum
v Bahan yang terdapat pada tembakau, sebagai rokok, kretek, cerutu,
dan sigaret.
v Rokok mengandung 4.000 senyawa, dan banyak di antaranya merusak kesehatan, terutama nikotin,
tar, dan karbon
monoksida.
v Nikotin adalah penyebab ketergangtungan. Menghisap 4 batang rokok cukup membuat seseorang
ketergangtungan. Tar menyebabkan kanker. Monoksida
menyebabkan sel darah merah tidak dapat menyalurkan Oksigen yang sangat diperlukan tubuh. Juga berbahaya bagi orang yang turut mengisap asap
rokok (perokok pasif).
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Berkeringat, rasa ingin
muntah (mual).
v Tenggorokan gatal.
v Pupil mata melebar, denyut nadi menjadi cepat.
v Kulit lembab, napas, baju, dan rambut bau asap tembakau.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Pemakaian teratur menyebabkan tekanan darah dan detak jantung
meningkat, selera makan berkurang, dan penciuman berkurang, suasana hati berubah, sering masuk angin
dan batuk, kulit muka berkerut,
takaran pemakaian meningkat (toleransi), kecanduan, dan gejala putus zat jika dihentikan.
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
Sistem
Saraf Pusat
v Pembuluh darah otak menyempit, dapat pecah (stroke).
2)
Sistem
Pernapasan
v Radang saluran pernapasan, berdahak, dan napas sulit.
v Kantung – kantung udara pada paru – paru melemah.
v Dapat menyebabkan kanker paru – paru (akibat tar yang dikandung
oleh rokok).
3)
Sistem
Jantung dan Pembuluh Darah
v Dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
v Dapat menyebabkan tekanan darah dan serangan jantung.
4)
Sistem
Pencernaan
v Dapat menyebabkan luka pada lambung dan usus kecil.
5)
Sistem
Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v Dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir prematur.
v Berat bayi yang dilahirkan kurang, dapat mendadak meninggal atau
bayi akan tumbuh lambat.
3.
INHALANSIA (ZAT YANG DIHIRUP)/SOLVEN (ZAT PELARUT YANG MUDAH
MENGUAP)
a.
Fakta umum
v Inhalansia/solven adalah zat-zat kimia yang menghasilkan pengaruh
psikoaktif (mengubah perasaan dan pikiran seseorang) yang sangat kuat jika
dihirup.
v Termasuk inhalansia /solven adalah; nitrous oxide, amyl nitrit,
thiner(pengecer cat), lem, bensin, dan aerosol spray.
v Masuk kedalam paru-paru lalu ke darah, dan segera masuk ke otak setelah dihirup.
v Menggunakan inhalansia/solven biarpun hanya sekali, dapat
mematikan, karena gangguan irama jantung atau otot jalan napas mengejang.
b.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v Ban zat yang dihirup.
v Dari hidung keluar air, batuk, bersin, dan hidung berdarah.
v Eicarapelo, gangguan keseimbangan dan koordinasi.
v Sakit kepala, pusing, gangguan penglihatan, jantung berdebar, dan denyut nadi cepat,
kesulitan pernapasan, dan selera makan
hilang.
v Gangguan persepsi ruang(jauh dikira dekat).
v Mulut kering dan merasa lemah, mual, dan muntah.
c.
Pengaruh Jangka Panjang
v Otot lemah dan rasa letih, nyeri perut, dan selera makan hilang.
v Mudah tersinggung, kebingungan, dan gangguan orientasi.
v Gangguan penglihatan (penglihatan ganda) dan halusinasi (penglihatan semu).
d.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)
System
Saraf Pusat
v Meningkatkan risiko kerusakan otak yang menetap.
v Meningkatkan risiko kerusakan syaraf (perasaan tumpul dan
kesemutan pada tangan dan kaki).
2)
System
Jantung dan Pembuluh Darah
v Merusak jantung.
3)
System
Pernapasan
v Meningkatkan risiko kerusakan paru-paru.
v Berkurang atau hilangnya penciuman karena saluran hidung rusak.
C.
Faktor Penyebab Penggunaan Narkoba
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memakai narkoba, antara lain :
1.
Motif ingin tahu
Faktor ini
menimpa pada remaja. Remaja mempunyai sifat ingin tahu dan
selalu ingin mencoba
terhadap apapun. Termasuk pada
Narkoba yang sangat membahayakan.
2.
Pelarian
Faktor ini
direncanakan oleh kurangnya perhatian dan rasa kasih sayang dari orang tuanya
sehingga anak / remaja mencari pelarian. Misalnya menjadi pemakaian narkoba.
3.
Rendah diri
Remaja yang
memilik rasa rendah diri kadang – kadang salah langkah. Mereka berusaha
mengatasi rasa rendah diri kadang – kadang salah langkah. Mereka berusaha mengatasi
rsa rendah diri itu dengan mengenai
narkoba padahal sebaliknya, dengan menyalahgunakan narkoba, tubuh
dan mental mereka
akan semakin rusak.
4.
Pengaruh lingkungan dan teman
Lemahnya
mental seseorang mempermudah masuknya pengaruh lingkungan disekitarnya. Teman juga
dapat menjerumuskan remaja
kepada pemakai narkoba.
5.
Lemanya pengawasan orang tua
Kurangnya
perhatian orang tua terhadap anak mengakibatkan anak terjerumus pada
tindakan negativ. Misalnya menjadi pengguna narkoba.
D.
Cara Kerja Narkoba Terhadap Tubuh
Narkoba bekerja terutama pada otak atau sususnan saraf pusat
yang bertanggung jawab atas
kehidupan perasaan, yang disebut sistem
limbus. Hipotalamus, yaitu pusat
kenikmatan pada otak adalah bagian dari sistem limbus.
Narkoba mengubah sususnan biokimia molekul sel otak yang disebut neuron-transmitter. Perubahan sususnan
biokimiawi sel otak menyebabakan rasa
nyaman atau nikmat yang bersifat sementara. Setelah itu timbul perasaan
sebaliknya (gelisah, cemas, perasaan tertekan, dan sebagainya). Akibatnya, ia ingin
memakai zat itu kembali. Demikian berulang kecandua atau ketergantungan
ringan.
Pengaruh narkoba pada tubuh bergantung pada berbagai hal : jenis
zat, jumlah zat, ada tidaknya zat lain yang digunakan bersamaan, suasana hati pemakai,
dan situasi dimana narkoba digunakan. Perhatian gambar-gambar berikut ini.
1.
Zat
yang ditelan masuk lambung, kemudian ke pembuluh darah. Jika dihisap atau
dihirup, zat itu diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung
dan paru-paru. Jika zat disuntikkan, langsung masuk ke aliran darah. Darah
membawa narkoba itu ke otak.
2.
Otak
berhubungan dengan bagian tubuh lain melalui jaringan saraf yang membawa
pesan-pesan. Jika salah satu bagian otak dipengaruhi suatu jenis zat, suatu
pesan dikirim ke bagian-bagian tubuh lain, misalnya jantung.
3.
Perubahan
pada jantung, misalnya denyut jantung bertambah cepat, diteruskan kembali ke otak.
4.
Otak
menyimpan semua pesan bersama pesan-pesan lain yang berasal dari pancaindra kita.
5.
Semua
pesan disimpan dalam otak, baik sebagai ingatan maupun perasaan terhadap suatu
pengalaman pribadinya. Pengaruh narkoba terhadap seseorang bergantung pada pengalaman pemakainya pada masa lalu.
Jika ia mengambil zat yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat, kemudian
ia berpikir bahwa ia akan menjadi lebih bersemangat atau gelisah. Jika ia
berharap zat itu membawa pengaruh tidak menyenangkan, yang terjadi ialah efek
yang tidak menyenangkan.
6.
Pengaruh
narkoba juga bergantung pada situasi
dimana seseorang menggunakan zat itu, serta sikap
dan perilaku orang-orang yang lain ada di sekitarnya terhadap dia. Jika
mereka berlaku ramah kepadanya, besar kemungkinan ia akan memperoleh pengalaman
yang menyenangkan.
7.
Sebaliknya,
akan terjadi jika mereka tidak berlaku ramah kepadanya.
8.
Contoh
: Dengan beberapa teguk alkohol, orang akan menjadi tenang atau ribut tergantung pada suasana hatinya dan
bagaimana sikap orang-orang disekitarnya terhadap dia. Namun, hal ini hanya berlaku
bagi penggunaan dosis rendah.
9.
Jika
jumlah yang digunakan banyak, pengaruhnya terhadap tubuh meningkat, sehingga
tidak begitu mudah dipengaruhi oleh sikap orang-orang yang ada disekitarnya.
Pada keadaan ini narkoba menjadi ‘bos’ sehingga orang tidak dapat mengendalikan
diri lagi. Ia menjadi tidak peduli, jika mabuk. Ia dikendalikan oleh alkohol!
10. Jadi,hal-hal yang menambah pengaruh suatu jenis narkoba pada tubuh
adalah jenis narkoba, jumlah narkoba, ada tidak jenis narkoba lain yang juga
dikonsumsi, suasana hati pemakai pada saat itu dan situasi dimana narkoba itu
digunakan. Hal-hal ini dipikirkan, jika kita ingiri mengetahui pengaruh
segera dari zat itu pada tubuh.
E.
Akibat Pemakaian Narkoba
Akibat yang ditimbulkan oleh pemakaian obat-obatan tersebut secara
terus menerus adalah sebagai berikut :
1.
Hilangnya
koordinasi tubuh. Hal ini karena didalam tubuh pemakaian kekurangan dopamine.
Dopamine merupakan neurotransmitter umum di otak. Sehingga jika dopamine tidak
dihasilkan, sinapsis akan terganggu. Akibatnya impuls saraf tidak bisa merambat
ke sel saraf berikutnya.
2.
Kerusakan
alat resporasi, gemetar terus menerus, terjadi kram perut, gangguan system
saraf dan bahkan mengakibatkan kematian.
3.
Hilangnya
kendali otot gerak, kesadaran dan denyut jantung melemah, terjadi kerusakan
hati, lambung dan paru-paru, menyebabkan impotensi dan bagi wanita hamil dapat
melahirkan anak yang cacat.
4.
Hilangnya
nafsu makan sehingga pengguna menjadi kurus dan kering misalnya, akibat minuman
keras, sabu-sabu dan narkotika.
5.
Menurunkan
kapasitas berfikir dan kemampuan mengambil keputusan.
6.
Penularan
penyakit hepatitis C, B dan HIV. AIDS, radang pembuluh darah, infeksi jantung, abses yang
diakibatkan karena alat suntik yang tidak steril.
7.
Perubahan
mental : gangguan memusatkan perhatian, lemahnya motivasi belajar, bekerja,
paranoid dan penyakit parkinso.
F.
Jalan Keluar Dari Pengaruh Buruk Narkoba
1.
Overdosis (OD)
Keadaan overdosis perlu pertolongan segera,
sebab dapat membahayakan nyawanya. Oleh karena itu, ia perlu segera dirujuk ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum terdekat.
Sebelum di rujuk, Anda dapat melakukan tindakan pertolongan kedaruratan dan
mengusahakan agar pernapasan berjalan lancar
:
a.
Korban
dibawa ke kamar dengan jendela/pintu terbuka dan udara segar;
b.
Tidak
membiarkan orang-orang lain mengerumuni klien;
c.
Korban
dibaringkan dengan kepala lurus (tanpa bantal);
d.
Pakaian
yang terlalu ketat dikendurkan;
e.
Hambatan
pada saluran pernapasan dihilangkan;
f.
Jika
perlu adakan pernapasan buatan;
2.
Mabuk, Fly, dan Teler
(intoksikasi)
Jika
keadaannya tidak membahayakan, bawa ke tempat tenang, aman, dan nyaman. Jauhkan
benda-benda tajam dan berbahaya. Jika siswa mengamuk atau terdapat gangguan jiwa,
segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
3.
Gejala Putus Zat (sakau)
Meskipun
gejala putus zat golongan opioida tampaknya seperti penderita flu berat, hal
itu tidak menimbulkan kematian. Ia perlu dimotivasi agar mau menghentikan
pemakaiannya dan menyadari akibatnya. Rujuk ke puskesmas atau rumah sakit,
terutama jika gejala putus zat karena alkohol atau obat penenang/obat tidur.
4.
Rehabilitasi
tanpa Medis
Yaitu
penyehatan korban narkoba tanpa menggunakan obat-obatan, cara-cara dan
peralatan-peralatan dokter.
5.
Rehabilitasi
Sistem Luar Panti
Yaitu dilaksanakan
di luar panti dan kegiatannya diselenggarakan di daerah yang mudah terkena
bahaya penyalahgunaan narkoba.
6.
Rehabilitasi
Sosial
Yaitu
dengan tujuan agar korban narkoba menemukan kembali harga dirinya, kedisiplinan
dan rasa percaya diri.
7.
Resosialisasi
Dengan
tujuan agar pengguna narkoba yang mulai sehat dapat kembali bersatu dengan
keluarganya serta dapat hidup mandiri, dan mampu mencari nafkah yang halal.
8.
Bimbingan
Lanjutan
Korban
narkoba yang telah baik didorong agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya
dan mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
9.
Rehabilitasi
Dengan Medis
Adalah
penyembuhan korban narkoba dengan menggunakan ilmu-ilmu kedokteran, obat-obatan
dan alat kedokteran. Tempat yang menyelenggarakan rehabilitasi ini antara lain
:
-
Rumah
Sakit Jiwa (RSJ)
-
Rumah
Sakit Umum (RSU)
-
Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
BAB IV
PENUTUP
A.
Simpulan
Narkoba sangat berbahaya bagi si
pemakainya, terutama bagi kesehatan
tubuh pemakaiannya, seperti timbulnya penyakit hepatitis C, B, dan HIV/AIDS,
radang pembuluh darah, infeksi, jantung, abses, kerusakan alat resporasi, gangguan sistem saraf, hilangnya
kendali otot gerak, kerusakan hati, lambung, menyebabkan
impotensi dan bagi wanita hamil dapat melahirkan anak yang cacat dan cacat
serta masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan
jika mengkonsumsinya.
Orang yang telah kecanduan narkoba akan
sangat menderita apabila tidak mengkonsumsinya.
Para pecandu narkoba umumnya dekat dengan tindak criminal. Mereka
melakukan pelanggaran hukum untuk mendapatkan
narkoba yang dibutuhkannya. Untuk menyembuhkannya diperlukan terapi yang tepat dengan
mengurangi konsumsi sedikit demi sedikit di bawah pengawasan dokter. Juga
diperlukan dukungan moral dari keluarga dan lingkungannya serta harus
mempunyai tekad untuk sembuh.
Selain obat-obatan sebagaimana diuraikan
di atas, terdapat pula jenis
minuman beralkohol yang juga berbahaya bagi kesehatan. Minuman keras dapat menyegarkan badan,
tetapi dapat pula memabukkan, dan menghilangkan
kesadaran peminumnya. Minuman beralkohol dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan
dan pengerasan sel-sel hati yang dikenal sebagai serosis hepatis. Akibatnya
fungsi hati terganggu dan dapat merenggut jiwa penderita.
Pemakaian minuman ini menjadi lebih
berbahaya apabila dicampur dengan
bahan lain yang tidak lazim sebagai bahan pencampur, misalnya soft drinx atau spiritus. Minuman
campuran ini sering membawa korban jiwa bagi peminumnya.
B.
Saran
Dalam hal
ini penulisan akan memberikan beberapa saran, antara lain :
1.
Perlu
adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, kalangan pendidik, dan komponen
masyarakat untuk mengatasi masalah ini.
2.
Perlu adanya pengetahuan yang mendalam tentang
pengaruh narkoba terhadap kesehatan.
3.
Peningkatan kualitas moral dan iman serta
takwa bagi seluruh kalangan masyarakat sangat perlu dilakukan.
4.
Carilah aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat, misalnya kegiatan olahraga, irmus, IPNU.
5.
Jadilah hidupmu melambung tinggi dengan
prestasi, bukan dengan narkoba.
C. LAMPIRAN

Bubuk Heroin Pil
Ekstasi

Daun Ganja Obat Penenang

Alkohol Nikotin
DAFTAR PUSTAKA
Martono, Lidya Harlina,
Satya Joewana.2006. Menangkal narkoba
dan Kekerasan. Jakarta : Balai Pustaka.
Syamsuri, Istamar, Dkk. 2004.
Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Http://www.liaeden.info/Indonesia/Index.
Penanggulangan Terhadap Narkoba. html/ diakses tanggal 20 Agustus 2011
Hikmat,Mahi.2002.Narkoba
Musuh Kita Bersama. Bandung : PT.Grafiti.
Qurrah, Abu.2002. Ekstasi
Dalam Dua Sistem Hukum. Jakarta : PT. Goiden.
Finaldin, Tom. Budaya
Narkoba Pada Remaja. Bandung : Suger Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar