Selasa, 04 Desember 2012

karya tulis

PENGESAHAN
Karya tulis ini telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing dan Kepala SMA Negeri 3 Tegal, untuk memenuhi Tugas Akhir di SMA Negeri 3 Tegal pada :

Hari                    :
Tanggal             :
Tempat               :


      Pembimbing Teknis,                                          Pembimbing Materi,


Drs. M. SOFWAN                                                  NURHADI
     NIP. 19600920 198703 1 007                            NIP. 19521124 197703 1 001





Mengetahui / Mengesahkan
Kepala SMA Negeri 3 Tegal




Aziz  Iqbal  M,Si
NIP. 19681019 199412 1 002








MOTO DAN PERSEMBAHAN

MOTO
1.      Keahilan bukanlah melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa.
2.      Mata butuh sinar untuk bisa melihat, pikiran butuh ide untuk menangkap makna.
3.      Kecerdasan tidak akan datang kepada kita, tetapi kitalah yang harus menciptakanya.
4.      Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tidak pernah menggagas tindakan apapun.
5.      Hasil akhir dari belajar adalah tindakan, bukan pengetahuan.
6.      Peluang datang dalam bentuk nasib buruk.
7.      Pikiran kita tidaklah seperti wadah yang butuh diisi, tetapi ibarat api yang perlu dinyalakan.
8.      Niat akan mencetak nasib.

        PERSEMBAHAN
        Karya tulis ini kami persembahkan kepada :
1.      Ayah dan ibu tercinta
2.      Bapak Kepala SMA Negeri 3 Tegal
3.      Bapak dan ibu guru terhormat
4.      Kakak dan adik tersayang
5.      Teman – teman di Kelas XII IPS 4
6.      Pembaca yang budiman
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di dunia ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun karya tulis ini sebagai Tugas Akhir di SMA Negeri 3 Tegal yang berjudul ” Pengaruh Narkoba Terhadap Kesehatan Tubuh “.
Karya tulis ini kami susun untuk memberikan sedikit pengetahuan mengenai seluk beluk narkoba, termasuk bahayanya dan cara-cara melepaskan dari jeratan narkoba.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas dorongan, semangat, dan bimbingan sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ini, terutama kepada :
1.      Bapak
2.      Bapak Nurhadi selaku Wali Kelas XII IPS 4 yang telah mendukung kami dalam mengerjakan Karya Tulis ini.
3.      Bapak Drs. M.Sofwan, selaku koordinator karya tulis yang telah memberikan pengetahuan, izin, serta mengoreksi karya tulis kami.
4.      Ayah dan ibu tercinta yang telah memberikan dorongan, mendidik, dan membiayai kami dalam menimba ilmu dengan kasih sayang.
5.      Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah memebantu menyelesaiakan karya tulis.



Karya tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca demi menutupi kekurangan karya tulis kami. Semoga karya tulis ini dapat menjadi salah satu bahan bacaan dan referensi, terutama bagi siswa dan siswi serta segenap remaja maupun semua lapisan masyarakat di tanah air, agar tidak terjerumus ke dalam narkoba yang sangat merugikan masa depan. Semoga tuhan yang maha esa selalu memberikan kekuatan, petunjuk, dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

                                                                                    Tegal,     Januari  2012
                                                                                     Penulis
















BAB  I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah
Banyak macam obat-obatan yang berpengaruh terhadap kesehatan kita, antara lain narkoba. Narkoba adalah akronim dari narkotika dan obat berbahaya. Dikatakan berbahaya karena jika digunakan terus menerus dan melebihi dosis akan berakibat buruk bagi kesehatan.
Sebenarnya narkoba digunakan secara terbatas hanya untuk mengobati rasa sakit. Untuk pemakaian ini harus dosis yang tepat di bawah pengawasan dokter. Namun karena efeknya yang dianggap dapat membuat jiwa lebih tenang dan nyaman maka ada upaya untuk mendapatkan obat-obatan tersebut secara illegal.
Pemakaian obat-obatan tersebut dapat menimbulkan ketagihan dan mengakibatkan kerusakan alat tubuh terutama sistem saraf, penurunan cairan seksual dan kemandulan.
B.        Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.         Apakah pengertian narkoba ?
2.         Apa saja penggolongan narkoba ?
3.         Bagaimana cara kerja narkoba terhadap tubuh ?
4.         Apa sajakah akibat pemakaian narkoba ?
5.         Apa sajakah jalan keluar dari pengaruh buruk narkoba ?

C.       Pembatasan Masalah
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis membatasi masalah pada pengaruh narkoba terhadap kejahatan.
D.        Metode Pengumpulan Data
1.       Metode Studi Pustaka
2.       Metode Dokumentasi
E.        Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan katya tulis adalah :
1.      Merupakan tugas akhir penulis selama menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 3 Tegal.
2.      Memperluas pengetahuan masyarakat tentang narkoba dan bahayanya.
3.      Memberikan pengetahuan tentang narkoba dan himbauan untuk tidak memakai narkoba.
F.         Sistemaika Penulisan
Karya tulis ini terdiri dari empat bab, yaitu :
BAB  I  PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, dan sistemayika penulisan.
BAB  II  LANDASAN TEORI
Berisi tentang pengenalan arti narkoba, arti kesehatan, dan penggolongan narkoba.


BAB  III  PEMBAHASAN
Berisis tentang pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, faktor penyebab penggunaan narkoba, cara kerja narkoba terhadap tubuh, akibat pemakaian narkoba, dan jalan keluar dari pengaruh buruk narkoba.
BAB   IV  PENUTUP
Berisi  tentang  simpulan  dan  saran.













BAB  I
LANDASAN TEORI
A.    Pengenalan Arti Narkoba
Narkoba (Narkoba dan obat / bahan berbahaya), disebut juga NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif lain) adalah obat, bahan, atau zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikan, berpengaruh pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan seringkali menimbulkan ketergantungan.
B.     Arti Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu pemberian yang termahal dari Allah Yang Maha Esa yang patut kita syukuri, dengan rasa yang sehat maka kita akan bisa berbuat apapun yang kita inginkan tanpa ada hambatan apapun.
C.    Penggolongan Narkoba
Narkoba dapat digolongkan menurut undang – undang yang berlaku, yaitu narkotika (Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika) dan psikotropika (Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika). Ada pula zat,obat, atau bahan lain, yang tidak tercantum dalam undang – undang, disebut golongan zat adiktif lain.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Narkoba
Istilah narkotika berasal dari bahasa Inggris “Narcoticts” yang berarti obat bius, sama artinya dengan “Narcosis” dalam bahasa Yunani yang berarti merindukan atau membiuskan.
Secara umum pengertian narkotika adalah suatu zat yang dapat menimbulkan perasaan, suasana pengamatan atau penglihatan karena pengaruhnya terhadap sususnan saraf pusat.
B.     Jenis – Jenis Narkoba
1.      Narkotika
Menurut undang – undang, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisitetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan.
Ada 3 golongan narkotika yang dibagi menurut petensinya menyebabakan ketergantungan,sebagai berikut :
*      Golongan I berpotensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan dan dilarang digunakan untuk pengobatan. Golongan ini banyak disalahgunakan. Contoh : heroin, kokain, dan ganja. Ketiganya dilarang keras digunakan atau diedarkan di luar ketentuan hukum.
*      Golongan II berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan dan digunakan secara terbatas pada pengobatan. Contoh : petidin, candu.
*      Golongan III berpotensi ringan menimbulkan ketergantungan dan banyak digunakan pada pengobatan. Contoh : kodein.
Bentuk – bentuk Narkotika
1.      HEROIN, PUTAUW
a.      Fakta Umum
v  Heroin dikenal sebagai putauw karena berupa bubuk putih.
v  Heroin termasuk opiat, yang tergolong narkotika, seperti : morfin, petidin, kodein, dan caridu mentah.
v  Penggunaannya dilarutkan dalam air lalau disuntikkan ke dalam  pembuluh darah (ngipe) : atau disedot melalui hidung setelah dibakar (ngedrag)
v  Heroin berpotensi sangat tinggi menyebabakan ketergantungan.
v  Tejadi ketergantungan setelah memakainya beberapa kali.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
Pupil mata menyempit, kelopak mata turun, reaksi lambat, mengantuk, samapai tidak sadarkan diri.
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Menurunya  aktivitas  yang  produktif, seperti  sekolah, kerja, dan olahraga.
v  Ketergantungan fisisk dan psikologik, gajala putus zat yang hebat : mual, tubuh gemetar, berkeringat, otot  kejang, iritabilitas, mulut kering, sulit tidur, selera makan hilang, tangan dan kaki gemetar, gelisah dan nyeri seluruh tubuh.
v  Abses kulit, radang pembuluh darah balik, injeksi HIV/AIDS, dan hepatitis B/C, jika jarum suntik tidak steril.
d.         Pengaruh  Pada Sistem Kekebalan Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Menekan atau mengurangi aktivitas otak/sistem saraf pusat.
v  Memengaruhi penampilan sahingga tampak murung, acuh tak acuh, suasana hati berubah–ubah, gerakan dan refleks lambat.
2)      Sistem Pernapasan
v  Dapat menyebabkan tertekannya system pernapasan sehingga menjadi tidak sadarkan diri, koma, dan meninggal.
3)      Sistem Pencernaan
v  Selera makan hilang, sehingga kekurangan vitamin.
4)      Sistem Reproduksi dan Pengaruhya pada Bayi
v  Meningkatnya resiko bayi yang dilahirkan premature, mati dalam kandungan, atau mati setelah lahir.
v  Bayi yang dilahirkan menjadi ketergantungan terhadap heroin.
2.      KOKAIN, CHARK, DAUN KOKA, P’ASTA KOKA
a.      Fakta Umum  
v  Kokain  berpotensi  sangat  tinggi   menyebabakan   ketergantungan.
v  Penggunaanya  ditelan,  disedot  melalui  hidung,  dirokok,  dan disuntikkan.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Sangat  giat  (hiperaktif),  bicara  cepat, sulit  tidur  tanpa  rasa  leleah,  gelisah.
v  Denyut  jantung  meningkat, pembuluh  darah  tepi  menciut.
v  Pipil  melebar, sulit  memusatkan  pandangan.
v  Meningkatnya suhu, tekana darah, denyut nadi, dan pernapasan.
v  Perilakau menjadi impulsif dan tidak sabar, serta rasa gembira (high).
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Tubuh gemetar, gigi gemeletuk, sakit kepala, dan mual.
v  Kemampuan tubuh untuk  menagkal  infeksi  menurun, berat  badan  turun karena selera makan berkurang.
v  Ketergantungan,  kalau  berhenti  memakai,  sedih,  lelah,  dan  gangguan tidur.
v  Paranoia (perasaan seolah-olah dianiaya atau memiliki kekuasaan).
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Merangsang fungsi otak.
v  Dapat menyebabkan hilangnya memori (amnesia), sakit jiwa, kerusakan tetap pada otak dan system saraf.
2)      Sistem Pernapasan
v  Dapat   menyebabkan   pernapasan   terganggu/berhenti.
v  Sekat  hidung   rusak   (jika   pemakaiannya   disedot    melalui       hidung).
v  Menyebabkan batuk.
3)      Sistem Jantung dan Pembuluh Darah
v  Jantung  berdebar – debar,  kerja  jantung  meningkat  dan  lebih  cepat  sehingga  dapat  terjadi  serangan  jantung  dan  kematian.
4)      Sistem Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v  Meningkatnya  resiko  abortus,  bayi  lahir  prematur,  dan  bayi   lahir  mati.
v  Bayi yang dilahirkan menjadi ketergantungan terhadap kokain dan menyebabkan kekrusakan berbagai organ tubuh. Setelah anak bersekolah, ia sulit belajar, dan ada gangguan belajar.
3.      GANJA (CIMENG, MARIYUANA)
a.      Fakta Umum
v  Tanaman ganja yang dikeringkan, disulut seperti rokok.
v  Termasuk ganja adalah hashis.
v  Mengandung  tetrahydocannabinol  (THC)  yang   psikoktit  dan   menyebabkan   ketergantungan.
v  Setelah pemakaian, zat yang dikandung dapat tinggal dalam tubuh pengguna selama beberapa hari, bahkan seminggu.
b.      Pengaruh Segara Setelah Pemakaian
v  Denyut  jantung  meningkat, suhu  tubuh  turun.
v  Mata  memerah,  mulut dan  tenggorokan  kering.
v  Mengantuk  dan  kelopak  mata  turun.
v  Banyak bicara, tertawa cekikikan, perasaan gembira, rasa melaying, rasa lapar dan haus meningkat.
v  Daya ingat jangka pendek terganggu, gangguan penghayatan  akan perasaan waktu (lama terasa singkat), perasaan ruang (jauh terasa dekat), dan halusinasi (penglihatan semu).
v  Meningkatnya rasa cemas dan serangan panik.
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Mengalami halusinasi (penglihatan khayal).
v  Paranoia (gangguan jiwa seolah–olah dikejar–kejar).
v  Rendahnya motivasi.
v  Perilaku yang tak terduga.
v  Kebingungan.
v  Kekebalan terhadap penyakit infeksi menurun.
v  Ketergantungan
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Dapat menyebabakan hilangnya daya ingat (memori) dan ketidak mampuan  membedakan  mana  yang  penting  dan  tidak. Ada  gangguan penghayatan akan waktu dan ruang.
v  Dapat  menyebabakan  kerusakan  otak.
2)      Sistem Pernapasan
v  Meningkatnya  resiko  penyakit  paru  kronis  (bronchitis, kanker),  lebih besar daripada merokok.
3)      Sistem Pencernaan dan Sistem Reproduksi
v  Manambah nafsu makan.
v  Berkurangnya kada hormon tescosteron pada laki – laki, sehingga mengurangi kesuburan.
v  Gangguan   haid,   dan    resiko     infertilitas     ( ketidaksuburan )      pada  wanita.
2.      Psikotropika
Mnurut  undang – undang, psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh  selektif  pada sususnan saraf  pusat  dan  menyebabkan  perubahan  khas pada aktivasi mental dan perilaku.
Ada 4 golongan psikotropika yang dibagi menurut potensinya menyebabkan ketergantungan, yaitu sebagai berikut :
*      Golongan I sangat  tinggi  menimbulkan  ketergantungan  dan  selain       untuk ilmu pengetahuan dinyatakan sebagai barang terlarang, sehingga dilarang  keras  digunakan  atau  diedarkan  di  luar  ketentuan  hukum.  Contoh : Ekstasi (MDMA) yang bnyak disalahgunakan dan LSD.
*      Golongan II berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan dan secara selektif dapat digunakan pada pengobatan. Contoh amfetamin dan metanefatamin (shabu) yang banyak disalahgunakan.
*      Golongan III dan IV berpotensi sedang dan ringan menimbulkan ketergantungan, dan  dapat  digunakan  pada  pengobatan, tetapi  harus  dengan  resep  dokter. Contoh : bermacam – macam  obat  penenang  (sedative)  dan  obat  tidur (fiipnotika). Yang sering disalahgunakan : Mogadon (MG), Rohypol (Rohyp), pil BK / Koplo, Lexotan (Lexo).
Bentuk – Bentuk Psikotropika :
1.      Ekstasi
a.      Fakta Umum
v  Tergolong amfetamin, yang berpengaruh memacu kerja otak (stimunlansid). Sering disebut XTC, Inex, ADAM, dan Essence.
v  Berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan.
v  Ekstasi berbentuk tablet warna-warni.
v  Digunakan dengan ditelan.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Menyebabkan   perasaan ‘fly’ (gembira)  dosis  ;  mudah   tersinggung  dan  cemas.
v  Meningkatkan  denyut  jantung, tekanan  darah  dan  pernapasan.
v  Selera  makan  berkurang,  mulut kering,  berkeringat dan berbicara   cepat.
v  Sakit kepala,  penglihatan  buram,  pusing, dan  pipil  membesar.
v  Kaku rahang, rahang bergerak-gerak tanpa terkendali, gigi berkerut – kerut, dan  selalu  terdorong  untuk  bergerak (tripping).
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Gelisah dan mudah curiga (parno).
v  Kurang gizi.
v  Halusinasi (penglihatan dan pendengaran semu)
v  Badan gemetar.
v  Agresif, dapat melakukan tindakan keji, dan hilang akal sehat.
v  Ketergantungan dan gejala putus zat (murung dan letih).
d.      Pengaruh Pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak sehingga terjadi stroke (lumpuh).
2)      Sistem Jantung dan Pembuluh Darah
v  Dapat menyebabkan nyeri darah.
v  Meningkatkan denyut dan tekanan darah.
3)      Sistem Pernapasan
v  Dapat menyebabkan tertekannya, sistem pernapasan sehingga kesadaran hilang, dan meninggal.
4)      Sistem Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v  Meningkatnya resiko bayi yang dilahirkan prematur, cacat, mati dalam kandungan atau meninggal setelah lahir.
2.      LSD ( LYSERGIC ACID DIETHYLAMIDE)
a.      Fakta Umum
v  Sering disebut acid, red dragon, blue heaven, dan sugar cubes.
v  LSD adalah halusinogen (menyebabkan halusinasi).
v  Pengaruh LSD tidak dapat diduga dan tergantung pada jumlah   yang digunakan, suasana hati, dan kepribadian pemakainya, serta lingkungannya.
v  Sensasi  dan  persaan  berubah – ubah  secara  dramatis.
v  Peamakainya dapat mengalami 'flash backs' (kilas balik pengalaman      lampau  yang   tidak  menyenangkan)  atau 'bad trips'  yang  berulang –       ulang.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Pupil  mata  melebar, tidak  bisa tidur,  mulut  kering,  selera  maka hilang, suhu tubuh meningkat, denyut jantung cepat, tekanan darah naik, dan berkeringat.
v  Koordinasi otot terganggu, tremor.
v  Berubahnya  perasaan  akan  waktu  dan  presepsi  tentang  diri  sendiri.

c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  'Bad trips' termasuk delusi (penilaian yang salah tentang diri sendiri atau lingkungan) dan halusinasi (penglihatan khayal).
v  Panik, kebingungan, cemas, merasa tak berdaya, putus asa.
v  Skizofrenia (gangguan jiwa), hilangnya kendali diri, melakukan kekerasan pada diri sendiri dan orang lain.
v  Menyebabakan ketergantungan dan timbul toleransi.
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Dapat menyebabkan kerusakan saraf otak, gangguan daya ingat dan pemutusan perhatian, kesulitan cara berpikir abstrak.
v  Meningkatnya resiko kejang – kejang.
v  Dapat  menyebabkan  delusi (penilaian  yang  salah  tentang  diri  sendiri     atau lingkungan), halusinasi, persepsi akan waktu dan ruang menjadi buruk.
2)      Sistem Pernapasan
v  Meningkatkan resiko kegagalan pernapasan.
3)      Sistem Jantung dan Pembuluh Darah
v  Meningkatkan resiko gagal jantung.
3.      SHABU – SHABU
a.      Fakta Umum
v  Tergolong amfetamin, yang berpengaruh memacu kerja otak (simulansia). Sering disebut ubas, ice.
v  Berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan.
v  Shabu – shabu berbentuk kristal putih (seoerti vetsin).
v  Dihirup atau disuntikkan.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Menyebabkan perasaan 'fly' (gembira) dosis ; mudah tersinggung, dan    cemas.
v  Meningkatkan  denyut  jantung, tekanan  darah, dan pernapasan.
v  Selera makan berkurang, mulut kering, berkeringat, dan berbicara            cepat.
v  Sakit  kepala, penglihatan  buram, pusing, dan pupil  melebar. 
c.       Pengaruh Jangaka Panjang
v  Gelisah, mudah curiga (parno), dorongan bunuh diri.
v  Kurang gizi.
v  Halusinasi (penglihatan atau pendengaran semu).
v  Agresif, dapat  melakukan  tindakan  keji, akal sehat hilang, dan tidak memiliki  rasa  malu.
v  Ketergantungan dan gejala putuz zat (murung dan letih).
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak, sehingga terjadi stroke (lumpuh).
2)      Sistem Jantung dan Pembuluh Darah
v  Dapat menyebabkan nyeri dada.
v  Meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.
3)      Sistem Pernapasan
v  Dapat menyebabkan tertekannya sistem pernapasan sehingga kesadaran hilang, dan meninggal.
4)      Sistem Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v  Meningkatnya resiko bayi yang dilahirkan prematur, cacat, mati dalam kandungan, atau meninggal setelah dilahirkan.
4.      OBAT PENENANG (Sedative) DAN OBAT TIDUR (Hipnotika)
a.      Fakta Umum
v  Keduanya  tergolong  obat  karena  digunakan  dalam  pengobatan.
v  Contoh obat yang banyak disalahgunakan : Lexo, MG, Rohyp, pil BK, dan   pil Koplo.
v  Kebanyakan dikonsumsi dengan cara ditelan, jarang melalui                suntikan.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Kemampuan mengemudi terganggu karena koordinasi otot terganggu, penilaian buruk, dan refleks lamban.
v  Fungsi daya ingat terganggu.
v  Merasa nyeri dan santai.
v  Dosis tinggi menyebabkan jalan sempoyongan, berbicara cadel, benda terlihat ganda, perasaan tumpul, dan emosi labil.
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Jika sudh ketergantungan dan berhenti memakai, timbul gajala putus zat,  yaitu mual, muntah, sakit  kepala, pikiran  keruh, nyeri badan, dan  kekurangan  cairan  tubuh.



d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Memeperlambat karja otak sehingga pernapasan dan denyut             jantung lamban. Jika jumlah obat penenang cukup tinggi dapat menyebabkan kematian.
v  Dapat menyebabkan lupa apa yang telah dialami.
2)      Sistem Pernapasan
v  Dapat menyebabkan kesulitan bernapas akibat pengaruhnya terhadap   pusat pernapasan di otak.
3.      Zat Psikoaktif Lain
Zat psikoaktif lain adalah zat atau bahan lain bukan narkotika                dan psikotropika yang berpengaruh terhadap kerja otak. Yang sering disalahgunakan adalah sebagai berikut :
a.       Alkohol pack, minuman  keras, terdiri  atas golongan A dengan  kadar etanol 1-5 %, contoh  bir. Golongan B dengan kadar etanol 5-20%, contoh     berbagai jenis minuman anggur. Golongan C dengan kadar etanol 20-45%, contoh Wishkey, Vodka, TKW, Manson  House, Johny, Walker, dan Kamput.
b.      Inhalansi atau solven, yaitu gas atau zat pelantur yang mudah menguap  berupa senyawa organic yang sering digunakan berbagai keperluan industri, kantor, bengkel, toko, dan rumah tangga, seprti lem, thinner, aceton, aerosol, bensin. Zat ini disalahgunakan dengan cara dihirup, terutama pada anak usia 9-14 tahun.
c.       Nikotin : terdapat pada tembakau. Rokok mengandung 4.000 zat. Yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida (CO). nikotin merupakan bahan penyebab ketergantungan.
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menggolongkan obat, bahan, dan zat psikoaktif, berdasarkan pengaruhnya terhadpa tubuh   manusia, yaitu :
1.      Opioida (opium, norfin, heroin, dan petidin);
2.      Ganja;
3.      Kokain dan daun koka;
4.      Alcohol;
5.      Amfetamin (amfetamin, ekstasi, shabu);
6.      Halusinogen (LSD)
7.      Sedativa dan hipnotika (obat penenang dan obat tidur);
8.      PCP (fensiklidin);
9.      Inhalansia dan solven;
10.  Nikotin, dan
11.  Kafein.
Bentuk – bentuk Zat Psikoaktif lain :
1.      ALKOHOL
a.      Fakta Umum
v  Terdapat pada minuman keras, termasuk : bir, wishkey, gin, vodka, brem, cognac, saguer, arak, ciu, legen, dan anggur obat.
v  Alkohol langsung diserap ke dalam darah dan memengaruhi  seluruh system dalam tubuh.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Kemampuan mengendarai kendaraan bermotor terganggu, kehilangan koordinasi, salah menilai, refleks lambat.
v  Pusing, kulit menjadi merah, merasa gembira, dan rileks.
v  Perasaan dan ingatan menjadi tumpul.
v  Dosis tinggi menyebabkan mabuk, bicara cadel, penglihatan ganda,     indra tumpul, kendali diri berkurang, dan tidak sadarkan diri.
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Terjadi 'hangover' (pengaruh sisa) sehingga merasa mual, sakit kepala, pensernaan terganggu, pikiran tidak jernih, seluruh tubuh sakit, dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Memeperlambat funngsi otak yang mengontrol pernapasan dan   denyut  jantung  sehingga  dapat  menimbulkan  kematian.
v  Dapat menyebabkan hilangnya memori (amnesia), sakit jiwa, kerusakan tetap pada otak dan sistem saraf.
2)      Sistem Pernapasan
v  Memeperlambat pernapasan dan denyut jantung, sehingga dapat menimbulkan kematian.
3)      Sistem Pencernaan
v  Dapat menyebabkan luka dan radang lambung, serta hati.
v  Dapat menyebabkan kanker mulut, kerongkongan, dan  lambung.
v  Selera makan hilang dan kekurangan vitamin.
v  Menyebabkan peradangan dan pengerasan (sirosis) hati.
4)      Sistem Jantung dan Pembuluh Darah
v  Dapat menyebabkan pembengkakan jantung.
v  Dapat menyebabkan kegagalan fungsi jantung.
5)      Sistem Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v  Dapat menyebabkan cacat pada bayi yang dikandung ibu peminum alkohol, meningkatnya abortus, dan kelahiran prematur.
v  Dapat menyebabkan impotensi pada pria.
2.      NIKOTIN
a.      Fakta Umum
v  Bahan yang terdapat pada tembakau, sebagai rokok, kretek, cerutu, dan sigaret.
v  Rokok mengandung 4.000 senyawa, dan banyak di antaranya         merusak kesehatan, terutama nikotin, tar, dan karbon                  monoksida.
v  Nikotin adalah penyebab ketergangtungan. Menghisap 4 batang          rokok cukup membuat seseorang ketergangtungan. Tar menyebabkan kanker. Monoksida menyebabkan sel darah merah tidak dapat menyalurkan Oksigen yang sangat diperlukan tubuh. Juga  berbahaya bagi orang yang turut mengisap asap rokok (perokok  pasif).
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Berkeringat, rasa ingin  muntah (mual).
v  Tenggorokan gatal.
v  Pupil mata melebar, denyut nadi menjadi cepat.
v  Kulit lembab, napas, baju, dan rambut bau asap tembakau.
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Pemakaian teratur menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat, selera makan berkurang, dan penciuman berkurang,       suasana hati berubah, sering masuk angin dan batuk, kulit muka    berkerut, takaran pemakaian meningkat (toleransi), kecanduan, dan    gejala putus zat jika dihentikan.
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      Sistem Saraf Pusat
v  Pembuluh darah otak menyempit, dapat pecah (stroke).
2)      Sistem Pernapasan
v  Radang saluran pernapasan, berdahak, dan napas sulit.
v  Kantung – kantung udara pada paru – paru melemah.
v  Dapat menyebabkan kanker paru – paru (akibat tar yang dikandung oleh rokok).
3)      Sistem Jantung dan Pembuluh Darah
v  Dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
v  Dapat menyebabkan tekanan darah dan serangan jantung.
4)      Sistem Pencernaan
v  Dapat menyebabkan luka pada lambung dan usus kecil.
5)      Sistem Reproduksi dan Pengaruhnya pada Bayi
v  Dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir prematur.
v  Berat bayi yang dilahirkan kurang, dapat mendadak meninggal atau bayi akan tumbuh lambat.
3.      INHALANSIA (ZAT YANG DIHIRUP)/SOLVEN (ZAT PELARUT YANG MUDAH MENGUAP)
a.      Fakta umum
v  Inhalansia/solven adalah zat-zat kimia yang menghasilkan pengaruh psikoaktif (mengubah perasaan dan pikiran seseorang) yang sangat kuat jika dihirup.
v  Termasuk inhalansia /solven adalah; nitrous oxide, amyl nitrit, thiner(pengecer cat), lem, bensin, dan aerosol spray.
v  Masuk kedalam paru-paru lalu ke darah, dan segera masuk ke otak  setelah dihirup.
v  Menggunakan inhalansia/solven biarpun hanya sekali, dapat mematikan, karena gangguan irama jantung atau otot jalan napas mengejang.
b.      Pengaruh Segera Setelah Pemakaian
v  Ban zat yang dihirup.
v  Dari hidung keluar air, batuk, bersin, dan hidung berdarah.
v  Eicarapelo, gangguan keseimbangan dan koordinasi.
v  Sakit kepala, pusing, gangguan penglihatan, jantung berdebar,                dan  denyut  nadi  cepat, kesulitan pernapasan, dan selera makan       hilang.
v  Gangguan persepsi ruang(jauh dikira dekat).
v  Mulut kering dan merasa lemah, mual, dan muntah.
c.       Pengaruh Jangka Panjang
v  Otot lemah dan rasa letih, nyeri perut, dan selera makan hilang.
v  Mudah tersinggung, kebingungan, dan gangguan orientasi.
v  Gangguan penglihatan (penglihatan ganda) dan halusinasi        (penglihatan semu).
d.      Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia
1)      System Saraf  Pusat
v  Meningkatkan risiko kerusakan otak yang menetap.
v  Meningkatkan risiko kerusakan syaraf (perasaan tumpul dan kesemutan pada tangan dan kaki).
2)      System Jantung dan Pembuluh Darah
v  Merusak jantung.
3)      System Pernapasan
v  Meningkatkan risiko kerusakan paru-paru.
v  Berkurang atau hilangnya penciuman karena saluran hidung        rusak.







C.    Faktor Penyebab Penggunaan Narkoba
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memakai  narkoba, antara lain :
1.      Motif ingin tahu
Faktor ini menimpa pada remaja. Remaja mempunyai sifat ingin tahu   dan   selalu   ingin  mencoba  terhadap  apapun. Termasuk   pada  Narkoba yang  sangat  membahayakan.
2.      Pelarian
Faktor ini direncanakan oleh kurangnya perhatian dan rasa kasih sayang dari orang tuanya sehingga anak / remaja mencari pelarian. Misalnya menjadi pemakaian narkoba.
3.      Rendah diri
Remaja yang memilik rasa rendah diri kadang – kadang salah langkah. Mereka berusaha mengatasi rasa rendah diri kadang – kadang salah langkah. Mereka berusaha mengatasi rsa rendah diri itu dengan mengenai narkoba padahal sebaliknya, dengan menyalahgunakan           narkoba,  tubuh  dan  mental  mereka  akan  semakin  rusak.
4.      Pengaruh lingkungan dan teman
Lemahnya mental seseorang mempermudah masuknya pengaruh lingkungan disekitarnya. Teman juga dapat menjerumuskan remaja  kepada  pemakai  narkoba.
5.      Lemanya pengawasan orang tua
Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak mengakibatkan  anak terjerumus pada tindakan negativ. Misalnya menjadi   pengguna narkoba.
D.    Cara Kerja Narkoba Terhadap Tubuh
Narkoba bekerja terutama pada otak atau sususnan saraf pusat yang  bertanggung jawab atas kehidupan perasaan, yang disebut sistem limbus. Hipotalamus, yaitu pusat kenikmatan pada otak adalah bagian dari                   sistem limbus.
Narkoba mengubah sususnan biokimia molekul sel otak yang disebut neuron-transmitter. Perubahan sususnan biokimiawi sel otak menyebabakan       rasa nyaman atau nikmat yang bersifat sementara. Setelah itu timbul perasaan sebaliknya (gelisah, cemas, perasaan tertekan, dan sebagainya). Akibatnya, ia ingin memakai zat itu kembali. Demikian berulang kecandua    atau  ketergantungan  ringan.
Pengaruh narkoba pada tubuh bergantung pada berbagai hal : jenis zat, jumlah zat, ada tidaknya zat lain yang digunakan bersamaan, suasana hati pemakai, dan situasi dimana narkoba digunakan. Perhatian gambar-gambar  berikut ini.
1.      Zat yang ditelan masuk lambung, kemudian ke pembuluh darah. Jika dihisap atau dihirup, zat itu diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikkan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa narkoba itu ke otak.
2.      Otak berhubungan dengan bagian tubuh lain melalui jaringan saraf yang membawa pesan-pesan. Jika salah satu bagian otak dipengaruhi suatu jenis zat, suatu pesan dikirim ke bagian-bagian tubuh lain, misalnya jantung.
3.      Perubahan pada jantung, misalnya denyut jantung bertambah cepat,     diteruskan kembali ke otak.
4.      Otak menyimpan semua pesan bersama pesan-pesan lain yang berasal dari pancaindra kita.
5.      Semua pesan disimpan dalam otak, baik sebagai ingatan maupun perasaan terhadap suatu pengalaman pribadinya. Pengaruh narkoba terhadap seseorang bergantung pada pengalaman pemakainya pada masa lalu. Jika ia mengambil zat yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat, kemudian ia berpikir bahwa ia akan menjadi lebih bersemangat atau gelisah. Jika ia berharap zat itu membawa pengaruh tidak menyenangkan, yang terjadi ialah efek yang tidak menyenangkan.
6.      Pengaruh narkoba juga bergantung pada situasi dimana seseorang menggunakan zat itu, serta sikap dan perilaku orang-orang yang lain ada di sekitarnya terhadap dia. Jika mereka berlaku ramah kepadanya, besar kemungkinan ia akan memperoleh pengalaman yang menyenangkan.
7.      Sebaliknya, akan terjadi jika mereka tidak berlaku ramah kepadanya.
8.      Contoh : Dengan beberapa teguk alkohol, orang akan menjadi tenang atau    ribut tergantung pada suasana hatinya dan bagaimana sikap orang-orang disekitarnya terhadap dia. Namun, hal ini hanya  berlaku  bagi  penggunaan dosis rendah.
9.      Jika jumlah yang digunakan banyak, pengaruhnya terhadap tubuh meningkat, sehingga tidak begitu mudah dipengaruhi oleh sikap orang-orang yang ada disekitarnya. Pada keadaan ini narkoba menjadi ‘bos’ sehingga orang tidak dapat mengendalikan diri lagi. Ia menjadi tidak peduli, jika mabuk. Ia dikendalikan oleh alkohol!

10.  Jadi,hal-hal yang menambah pengaruh suatu jenis narkoba pada tubuh adalah  jenis narkoba, jumlah narkoba, ada tidak jenis narkoba lain yang juga dikonsumsi, suasana hati pemakai pada saat itu dan situasi dimana narkoba itu digunakan. Hal-hal ini dipikirkan, jika kita ingiri mengetahui pengaruh segera dari zat itu pada tubuh.
E.     Akibat Pemakaian Narkoba
Akibat yang ditimbulkan oleh pemakaian obat-obatan tersebut secara terus menerus adalah sebagai berikut :
1.      Hilangnya koordinasi tubuh. Hal ini karena didalam tubuh pemakaian kekurangan dopamine. Dopamine merupakan neurotransmitter umum di otak. Sehingga jika dopamine tidak dihasilkan, sinapsis akan terganggu. Akibatnya impuls saraf tidak bisa merambat ke sel saraf berikutnya.
2.      Kerusakan alat resporasi, gemetar terus menerus, terjadi kram perut, gangguan system saraf dan bahkan mengakibatkan kematian.
3.      Hilangnya kendali otot gerak, kesadaran dan denyut jantung melemah, terjadi kerusakan hati, lambung dan paru-paru, menyebabkan impotensi dan bagi wanita hamil dapat melahirkan anak yang cacat.
4.      Hilangnya nafsu makan sehingga pengguna menjadi kurus dan kering misalnya, akibat minuman keras, sabu-sabu dan narkotika.
5.      Menurunkan kapasitas berfikir dan kemampuan mengambil keputusan.
6.      Penularan penyakit hepatitis C, B dan HIV. AIDS, radang pembuluh darah, infeksi jantung, abses yang diakibatkan karena alat suntik yang             tidak steril.
7.      Perubahan mental : gangguan memusatkan perhatian, lemahnya motivasi belajar, bekerja, paranoid dan penyakit parkinso.
F.     Jalan Keluar Dari Pengaruh Buruk Narkoba
1.      Overdosis (OD)
Keadaan overdosis perlu pertolongan segera, sebab dapat membahayakan nyawanya. Oleh karena itu, ia perlu segera dirujuk ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum terdekat. Sebelum di rujuk, Anda dapat melakukan tindakan pertolongan kedaruratan dan mengusahakan agar pernapasan  berjalan lancar :
a.       Korban dibawa ke kamar dengan jendela/pintu terbuka dan udara  segar;
b.      Tidak membiarkan orang-orang lain mengerumuni klien;
c.       Korban dibaringkan dengan kepala lurus (tanpa bantal);
d.      Pakaian yang terlalu ketat dikendurkan;
e.       Hambatan pada saluran pernapasan dihilangkan;
f.       Jika perlu adakan pernapasan buatan;
2.      Mabuk, Fly, dan Teler (intoksikasi)
Jika keadaannya tidak membahayakan, bawa ke tempat tenang, aman, dan nyaman. Jauhkan benda-benda tajam dan berbahaya. Jika siswa  mengamuk atau terdapat gangguan jiwa, segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
3.      Gejala Putus Zat (sakau)
Meskipun gejala putus zat golongan opioida tampaknya seperti penderita flu berat, hal itu tidak menimbulkan kematian. Ia perlu dimotivasi agar mau menghentikan pemakaiannya dan menyadari akibatnya. Rujuk ke puskesmas atau rumah sakit, terutama jika gejala putus zat karena alkohol atau obat penenang/obat tidur.
4.      Rehabilitasi tanpa Medis
Yaitu penyehatan korban narkoba tanpa menggunakan obat-obatan, cara-cara dan peralatan-peralatan dokter.
5.      Rehabilitasi Sistem Luar Panti
Yaitu dilaksanakan di luar panti dan kegiatannya diselenggarakan di daerah yang mudah terkena bahaya penyalahgunaan narkoba.
6.      Rehabilitasi Sosial
Yaitu dengan tujuan agar korban narkoba menemukan kembali harga dirinya, kedisiplinan dan rasa percaya diri.
7.      Resosialisasi
Dengan tujuan agar pengguna narkoba yang mulai sehat dapat kembali bersatu dengan keluarganya serta dapat hidup mandiri, dan mampu mencari  nafkah yang halal.
8.      Bimbingan Lanjutan
Korban narkoba yang telah baik didorong agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan mampu menjadi anggota masyarakat yang         baik.
9.      Rehabilitasi Dengan Medis
Adalah penyembuhan korban narkoba dengan menggunakan ilmu-ilmu kedokteran, obat-obatan dan alat kedokteran. Tempat yang menyelenggarakan rehabilitasi ini antara lain :
-          Rumah Sakit Jiwa (RSJ)
-          Rumah Sakit Umum (RSU)
-          Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

BAB IV
PENUTUP
A.    Simpulan
Narkoba sangat berbahaya bagi si pemakainya, terutama bagi kesehatan tubuh pemakaiannya, seperti timbulnya penyakit hepatitis C, B, dan HIV/AIDS, radang pembuluh darah, infeksi, jantung, abses, kerusakan alat    resporasi, gangguan sistem saraf, hilangnya kendali otot gerak, kerusakan  hati, lambung, menyebabkan impotensi dan bagi wanita hamil dapat  melahirkan anak yang cacat dan cacat serta masih banyak lagi akibat yang  ditimbulkan jika mengkonsumsinya.
Orang yang telah kecanduan narkoba akan sangat menderita  apabila tidak mengkonsumsinya. Para pecandu narkoba umumnya dekat  dengan tindak criminal. Mereka melakukan pelanggaran hukum untuk     mendapatkan narkoba yang dibutuhkannya. Untuk menyembuhkannya diperlukan terapi yang tepat dengan mengurangi konsumsi sedikit demi sedikit  di bawah pengawasan dokter. Juga diperlukan dukungan moral dari keluarga      dan lingkungannya serta harus mempunyai tekad untuk sembuh.
Selain obat-obatan sebagaimana diuraikan di atas, terdapat pula  jenis minuman beralkohol yang juga berbahaya bagi kesehatan. Minuman keras dapat menyegarkan badan, tetapi dapat pula memabukkan, dan    menghilangkan kesadaran peminumnya. Minuman beralkohol dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan dan pengerasan sel-sel hati yang dikenal  sebagai serosis hepatis. Akibatnya fungsi hati terganggu dan dapat merenggut  jiwa penderita.
Pemakaian minuman ini menjadi lebih berbahaya apabila dicampur  dengan bahan lain yang tidak lazim sebagai bahan pencampur, misalnya soft  drinx atau spiritus. Minuman campuran ini sering membawa korban jiwa bagi peminumnya.
B.    Saran
Dalam hal ini penulisan akan memberikan beberapa saran, antara lain :
1.      Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, kalangan pendidik, dan komponen masyarakat untuk mengatasi masalah ini.
2.       Perlu adanya pengetahuan yang mendalam tentang pengaruh narkoba terhadap kesehatan.
3.       Peningkatan kualitas moral dan iman serta takwa bagi seluruh kalangan masyarakat sangat perlu dilakukan.
4.       Carilah aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, misalnya kegiatan olahraga, irmus, IPNU.
5.       Jadilah hidupmu melambung tinggi dengan prestasi, bukan dengan narkoba.










C.    LAMPIRAN
 


DAFTAR PUSTAKA
Martono, Lidya Harlina, Satya Joewana.2006. Menangkal narkoba dan       
  Kekerasan. Jakarta : Balai Pustaka.
Syamsuri, Istamar, Dkk. 2004. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Hikmat,Mahi.2002.Narkoba Musuh Kita Bersama. Bandung : PT.Grafiti.
Qurrah, Abu.2002. Ekstasi Dalam Dua Sistem Hukum. Jakarta : PT. Goiden.
Finaldin, Tom. Budaya Narkoba Pada Remaja. Bandung : Suger Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar